Bahasa Inggris di Pesantren Salaf; Antara Tren, Tuntutan Dan Birokrasi

Authors

  • Muflihatun Haqiqiyah Institut Agama Islam Miftahul Ulum Pamekasan Author

Keywords:

bahasa Inggris, pesantren salaf, globalisasi, birokrasi, pendidikan Islam

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pembelajaran bahasa Inggris di pesantren salaf yang selama ini dikenal lebih menekankan kajian kitab kuning. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan adanya tarik-menarik antara tren globalisasi, tuntutan masyarakat terhadap kompetensi bahasa Inggris, dan birokrasi pesantren yang masih mempertahankan tradisi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya inovasi dalam pembelajaran bahasa Inggris, implementasinya seringkali terhambat oleh kebijakan birokratis dan pola pikir konservatif sebagian pengelola pesantren. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya menegaskan bahwa transformasi kurikulum di pesantren salaf masih berada pada tahap adaptasi, belum sepenuhnya integratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren salaf membutuhkan strategi kebijakan yang lebih fleksibel agar mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman

References

Ahmad, R. (2020). Prinsip-prinsip Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Albirini, A. (2016). Modern Arabic sociolinguistics: Diglossia, variation, codeswitching, attitudes and identity. Routledge.

Alhirtani, N. A. (2020). The effectiveness of using blended learning strategy in teaching Arabic as a second language. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 19(6), 154–170. https://doi.org/10.26803/ijlter.19.6.10

Asadullah, M. N., & Chaudhury, N. (2016). To madrasahs or not to madrasahs: The question and correlates of enrolment in Islamic schools in Bangladesh. International Journal of Educational Development, 49, 55–69. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2016.02.002

Gallagher, C. J. (2019). Global competence and world language education: Toward a collective responsibility. Journal of Language and International Communication, 19(3), 311–328. https://doi.org/10.1080/14708477.2019.1625075

Kramsch, C. (2014). Teaching foreign languages in an era of globalization: Introduction. The Modern Language Journal, 98(1), 296–311. https://doi.org/10.1111/j.1540-4781.2014.12057.x

Mahboob, A., & Elyas, T. (2014). English in the Kingdom of Saudi Arabia. World Englishes, 33(1), 128–142. https://doi.org/10.1111/weng.12073

OECD. (2018). Preparing our youth for an inclusive and sustainable world: The OECD PISA global competence framework. OECD Publishing.

Rahman, M. M. (2019). 21st century skill “problem solving”: Defining the concept. Asian Journal of Interdisciplinary Research, 2(1), 64–74. https://doi.org/10.34256/ajir1917

Supriyadi, S., & Fauzi, A. (2020). Reconstructing Arabic curriculum in Indonesian Islamic higher education based on global competence. Journal of Arabic Learning and Teaching, 3(2), 101–115. https://doi.org/10.24235/jalt.v3i2.7654

UNESCO. (2015). Rethinking education: Towards a global common good? UNESCO Publishing.

Zughoul, M. R. (2003). Globalization and EFL/ESL pedagogy in the Arab world. Language, Culture and Curriculum, 16(3), 240–255. https://doi.org/10.1080/07908310308666668

Downloads

Published

2025-02-12

Issue

Section

Articles

How to Cite

Bahasa Inggris di Pesantren Salaf; Antara Tren, Tuntutan Dan Birokrasi. (2025). Journal of Education and Contemporary Linguistics , 2(01), 60-67. https://journal.alifba.id/index.php/jcl/article/view/103