Bahasa Kasar dalam Konten Digital: Kontekstualisasi Pendidikan Akhlak Islami bagi Kalangan Remaja Urban Gaya Loe-Gue

Authors

  • Siti Rofiqoh Institut Agama Islam Miftahul Ulum Pamekasan Author
  • Abd Azis Institut Agama Islam Miftahul Ulum Pamekasan Author

DOI:

https://doi.org/10.111322/wwjfn750

Keywords:

Bahasa Kasar, Akhlak Islami, Remaja Muslim, Budaya Digital, Pendidikan Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dampak penggunaan bahasa kasar dalam konten digital terhadap pembentukan karakter dan akhlak remaja Muslim, khususnya dalam konteks budaya urban yang lekat dengan gaya komunikasi “loe-gue.” Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi terhadap 15 video YouTube populer serta wawancara mendalam dengan siswa dan guru Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa kasar seperti “anjir,” “cok,” dan “bangsat” telah mengalami normalisasi dalam komunikasi remaja, tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran etika, melainkan sebagai bentuk ekspresi spontan, keakraban, dan humor. Fenomena ini memengaruhi persepsi nilai akhlak remaja dan menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai-nilai akhlak Islam yang diajarkan secara normatif di sekolah dengan praktik komunikasi aktual di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan akhlak Islam perlu dikontekstualisasikan melalui pendekatan berbasis literasi digital agar mampu menanamkan kesadaran etis dalam berbahasa di era media sosial.

References

Ahmad, R. (2020). Prinsip-prinsip Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ashari, & Zakariyah. (2024). Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Indonesian Journal of Islamic and Social Science, 2(1), 1–15.

Al-Attas, S. M. N. (1991). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. ISTAC.

Alwi, A. (2021). Bahasa kasar dalam media sosial dan implikasinya terhadap etika remaja. Jurnal Komunikasi Islam, 5(2), 144–159.

Anhar, A., Muslimah, N. A. S., Nisa, D. I., & Fatimah, N. (2024). Dampak media sosial terhadap perubahan struktur dan kosakata Bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Indo‑MathEdu Intellectuals Journal, 5(6), 7213–7221. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i6.2103

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality. Doubleday.

Farwati, R., Yuliyanti, W., & Ningsih, W. P. R. (2023). Ujaran kebencian dan perundungan di dunia maya: Tantangan etika dalam ruang digital Indonesia. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 2(3). https://doi.org/10.56910/jispendiora.v2i3.1001

Fikri, L. H. (2023). Islamic education and social media literacy in facing the information era for Indonesia’s young generation. Journal of Education and Religious Studies, 3(3), 100–107. https://doi.org/10.57060/jers.v3i03.123

Hasanah, N., & Yunus, R. (2022). Paparan konten digital dan perubahan pola bahasa remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 33–45.

Hilal Fikri, L. (2023). Islamic education and social media literacy in facing the information era for Indonesia’s young generation. Journal of Education and Religious Studies, 3(3), 100–107. https://doi.org/10.57060/jers.v3i03.123

Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.

Khoir, A., Q., I. A., & Hayati, R. M. (2024). Penggunaan media sosial TikTok dan dampaknya terhadap pendidikan akhlak remaja. Bustanul Ulum Journal of Islamic Education, 1(2), 131–147. https://doi.org/10.62448/bujie.v1i2.17

Kramsch, C. (1998). Language and culture. Oxford University Press.

Nur Inayha, N. N. (2023). Penguatan etika digital melalui materi “Adab menggunakan media sosial” pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Journal of Education and Learning Sciences.

Pranoto, B. A., & Haryanto, B. (2023). Shaping ethical digital citizens through Islamic education. Indonesian Journal of Islamic Studies, 12(4). https://doi.org/10.21070/ijis.v12i4.1740

Pranoto, H., & Haryanto, R. (2023). Pendidikan etika digital berbasis nilai Islam pada remaja urban. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(1), 23–39.

Quraish Shihab. (2007). Wawasan al‑Qur’an: Tafsir maudhu’i atas pelbagai persoalan umat. Mizan.

Rifqi, A., Fitriani, F., Muflihah, M., & Yulianti, F. (2024). Literasi digital dan perilaku keberagamaan siswa Sekolah Dasar (fenomena self‑harm di media sosial). Jurnal Basicedu, 8(1), 54–60. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6821

Satriah, S., Yasin, M., Widyanti, E., & Fattul Jannah, S. S. (2024). Educational analysis of language style errors on Facebook social media: Captions and comments on Islamic content. Al Hikmah: Journal of Education, 5(1). https://doi.org/10.54168/ahje.v5i1.272

Solahudin, D., & Fakhruroji, M. (2020). Internet and Islamic learning practices in Indonesia: Social media, religious populism, and religious authority. Religions, 11(1). https://doi.org/10.3390/rel11010039

Susanti, S. S., Nursafitri, L., Hamzah, I., Zunarti, R., Darmanto, F., Asy’arie, B. F., & Sa’ad, M. S. (2024). Innovative digital media in Islamic religious education learning. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 40–59. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.7553

Syakhrani, D., Nurhasanah, R., & Maulana, F. (2023). Pendidikan akhlak di era media sosial: Tantangan dan strategi. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 8(1), 55–68.

Downloads

Published

2024-11-06

Issue

Section

Articles

How to Cite

Bahasa Kasar dalam Konten Digital: Kontekstualisasi Pendidikan Akhlak Islami bagi Kalangan Remaja Urban Gaya Loe-Gue. (2024). Journal of Education and Contemporary Linguistics , 1(02), 60-67. https://doi.org/10.111322/wwjfn750